Buat siswa siswi SMA Muhamamdiyah Mataram kelas XII IPA , dalam rangka persiapan ulangan semester gasal anak2 semua dapat mendownload soal latihan biologi di sini untuk persiapannya.. Semoga sukses.. (d Hawwo 19)
CARI NRG GURU
berikut ini akan bagaimana cara mendapatkan NRG (Nomor Registrasi Guru). Sebenarnya bukan cuma kita mendapatkan NRG (Nomor Registrasi Guru), tetapi kita akan mendapatkan (mencari) SK Tunjangan Profesi secara online. OK, langsung saja ke pokok permasalahan.
- Kunjungi halaman web ini : Klik di sini
- Setelah itu masukkan Nomor NUPTK Anda dan klik tombol “CARI” maka akan muncul SK Tunjangan Profesi Anda.
- Bila Anda mau mencetak, tinggal Anda klik tombol “CETAK”
- Setelah klik tombol “CETAK” SK tunjangan profesi Anda tidak langsung tercetak, akan tetapi terbentuk file tersebut dalam format pdf. Simpan file tersebut.
- Print (cetak) file dalam format pdf tersebut
Inilah Isi SMS Pertama di Dunia
Para ahli telah mendiskusikan tentang kemungkinan mengirim pesan teks lewat telepon seluler sejak tahun 1980-an. Kemudian di awal tahun 1985, dalam sebuah diskusi yang dipimpin seorang ahli bernama J Audestad memutuskan untuk menjadikan layanan pengiriman pesan teks atau SMS ini menjadi salah satu fasilitas telepon seluler yang menggunakan sistem GSM.
Kemudian pada 3 Desember 1992, SMS pertama di dunia dikirimkan menggunakan jaringan GSM milik operator telepon bernama Vodafone. SMS pertama ini dikirimkan oleh seorang ahli bernama Neil Papwort kepada Richard Jarvis menggunakan komputer. Isi teks yang pertama dikirim itu berbunyi ‘Merry Christmas’ (Selamat Natal).
Sedangkan SMS yang pertama kali dikirim menggunakan telepon seluler berbasis jaringan GSM diklaim dilakukan oleh mahasiswa teknik di Nokia (produsen perangkat telepon seluler), bernama Riku Pihkonen. Secara komersial, SMS pertama kali diluncurkan di Los Angeles oleh perusahaan bernama Logica pada bulan Juni 1993. Bisnis serupa kemudian juga dijalankan oleh perusahaan bernama Telenor di Norwegia dan BT Cellnet di Inggris pada tahun yang sama.
Saat pertama dikembangkan, penggunaan SMS belum memasyarakat seperti sekarang. Waktu itu, rata-rata pengguna telepon GSM hanya mengirimkan 0,4 SMS per bulan. Ini terjadi karena fasilitas untuk mengirim SMS waktu itu masih sangat terbatas.
Neil Papwort (kiri) dan Richard Jarvis
Tapi dalam perkembangannya, SMS kemudian menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Secara mengejutkan perkembangan penggunaan SMS terjadi tahun 2000. Waktu itu, setiap pengguna telepon seluler GSM mengirim 35 SMS setiap bulan. Di tahun 2006, keuntungan yang diraih oleh semua operator GSM di seluruh dunia dari bisnis SMS mencapai 60 miliar dolar Amerika. Harga rata-rata pengiriman SMS di dunia 0,11 dolar Amerika.
Di Indonesia, sekarang penggunaan SMS juga telah mengubah banyak cara hidup manusia. Ucapan selamat ulang tahun, selamat tahun baru, minal aidhin wal faizin, dan sebagainya, tak lagi selalu disampaikan lewat selembar kartu, tapi lewat SMS. Undangan perkawinan, undangan rapat, undangan selamatan, juga lebih banyak disampaikan lewat SMS.sumber: asalmulane.com
Kemudian pada 3 Desember 1992, SMS pertama di dunia dikirimkan menggunakan jaringan GSM milik operator telepon bernama Vodafone. SMS pertama ini dikirimkan oleh seorang ahli bernama Neil Papwort kepada Richard Jarvis menggunakan komputer. Isi teks yang pertama dikirim itu berbunyi ‘Merry Christmas’ (Selamat Natal).
Sedangkan SMS yang pertama kali dikirim menggunakan telepon seluler berbasis jaringan GSM diklaim dilakukan oleh mahasiswa teknik di Nokia (produsen perangkat telepon seluler), bernama Riku Pihkonen. Secara komersial, SMS pertama kali diluncurkan di Los Angeles oleh perusahaan bernama Logica pada bulan Juni 1993. Bisnis serupa kemudian juga dijalankan oleh perusahaan bernama Telenor di Norwegia dan BT Cellnet di Inggris pada tahun yang sama.
Saat pertama dikembangkan, penggunaan SMS belum memasyarakat seperti sekarang. Waktu itu, rata-rata pengguna telepon GSM hanya mengirimkan 0,4 SMS per bulan. Ini terjadi karena fasilitas untuk mengirim SMS waktu itu masih sangat terbatas.
Neil Papwort (kiri) dan Richard Jarvis
Tapi dalam perkembangannya, SMS kemudian menjadi bagian yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Secara mengejutkan perkembangan penggunaan SMS terjadi tahun 2000. Waktu itu, setiap pengguna telepon seluler GSM mengirim 35 SMS setiap bulan. Di tahun 2006, keuntungan yang diraih oleh semua operator GSM di seluruh dunia dari bisnis SMS mencapai 60 miliar dolar Amerika. Harga rata-rata pengiriman SMS di dunia 0,11 dolar Amerika.
Di Indonesia, sekarang penggunaan SMS juga telah mengubah banyak cara hidup manusia. Ucapan selamat ulang tahun, selamat tahun baru, minal aidhin wal faizin, dan sebagainya, tak lagi selalu disampaikan lewat selembar kartu, tapi lewat SMS. Undangan perkawinan, undangan rapat, undangan selamatan, juga lebih banyak disampaikan lewat SMS.sumber: asalmulane.com
Google Ternyata Ejaan Kata yang Salah
Siapa yang tak kenal dengan Google? Nama ini sudah sangat terkenal di jagad maya. Hampir semua pengguna internet akan mengetik nama ini saat ingin mencari objek yang diinginkannya muncul di internet. Selain mesin pencari, Google kini juga sudah punya varian berupa saran e-mail bernama Gmail, dan aplikasi jejaring sosial bernama Google+. Selain itu juga ada Google translate yang berfungsi sebagai kamus digital bagi pengguna internet.
Tapi tahukah Anda, dari mana nama Google itu berasal? Kamus Oxford telah menjadikan google sebagai kosa kata tersendiri. Dalam kamus tersebut google diartikan sebagai jenis kata yang merujuk pada mesin pencari di internet Google untuk menemukan sebuah informasi. Lalu di kamus itu diberi dua contoh kalimat yang menggunakan kata google sebagai berikut:
You can google someone you’ve recently met to see what information is available about them on the internet.
I tried googling but could’n find anything relevant.
Bukan dari Kamus Oxford inilah istilah google berasal. Sebaliknya, kosa kata ini masuk kamus setelah Google tampil di internet dan menjadi sangat populer. Istilah google sendiri berasal dari kata googol yang banyak dikenal di dunia matematika.
Kata googol pertama kali dikenalkan oleh bocah berusia sembilan tahun Milton Sirotta. Dia adalah keponakan ahli matematika asal Amerika Serikat, Edward Kasner. Suatu ketika Kasner meminta Milton untuk menyebut angka yang paling besar. Lalu secara spontan bocah ini menyebut kata googol.
Kasner kemudian menggunakan kata ini dalam buku matematikanya berjudul ‘Mathematics and the Imagination’. Kata ini digunakan untuk mewakili angka 10 pangkat 100, atau angka 10 yang kemudian di belakangnya ditambah 100 angka 0. Kasner menuliskan dalam bukunya dengan ejaan googol bukan google.
Mulanya, search engine yang sekarang kita kenal Google itu bernama Backrub yang dikembangkan oleh Sergey Brin and Lawrence Page pada tahun 1996. Kedua orang ini adalah sarjana Universitas Standford. Setelah melalui proses pencarian, keduanya lalu bersepakat untuk mengganti nama Backrub dengan googol, tapi kemudian mereka menulis dengan ejaan yang ‘salah’: Google.
“Kami memilih nama Google karena ini merupakan ejaan yang umum dari googol yang berarti 10 pangkat 100. Ini sesuai dengan tujuan kami untuk membuat mesin pencari berskala sangat besar,” kata Page dan Brin. Meski sebenarnya cara penulisan google sebenarnya keliru, tapi sekarang dianggap menjadi ejaan yang benar karena sudah telanjur populer. sumber asalmulane.com
Tapi tahukah Anda, dari mana nama Google itu berasal? Kamus Oxford telah menjadikan google sebagai kosa kata tersendiri. Dalam kamus tersebut google diartikan sebagai jenis kata yang merujuk pada mesin pencari di internet Google untuk menemukan sebuah informasi. Lalu di kamus itu diberi dua contoh kalimat yang menggunakan kata google sebagai berikut:
You can google someone you’ve recently met to see what information is available about them on the internet.
I tried googling but could’n find anything relevant.
Bukan dari Kamus Oxford inilah istilah google berasal. Sebaliknya, kosa kata ini masuk kamus setelah Google tampil di internet dan menjadi sangat populer. Istilah google sendiri berasal dari kata googol yang banyak dikenal di dunia matematika.
Kata googol pertama kali dikenalkan oleh bocah berusia sembilan tahun Milton Sirotta. Dia adalah keponakan ahli matematika asal Amerika Serikat, Edward Kasner. Suatu ketika Kasner meminta Milton untuk menyebut angka yang paling besar. Lalu secara spontan bocah ini menyebut kata googol.
Kasner kemudian menggunakan kata ini dalam buku matematikanya berjudul ‘Mathematics and the Imagination’. Kata ini digunakan untuk mewakili angka 10 pangkat 100, atau angka 10 yang kemudian di belakangnya ditambah 100 angka 0. Kasner menuliskan dalam bukunya dengan ejaan googol bukan google.
Mulanya, search engine yang sekarang kita kenal Google itu bernama Backrub yang dikembangkan oleh Sergey Brin and Lawrence Page pada tahun 1996. Kedua orang ini adalah sarjana Universitas Standford. Setelah melalui proses pencarian, keduanya lalu bersepakat untuk mengganti nama Backrub dengan googol, tapi kemudian mereka menulis dengan ejaan yang ‘salah’: Google.
“Kami memilih nama Google karena ini merupakan ejaan yang umum dari googol yang berarti 10 pangkat 100. Ini sesuai dengan tujuan kami untuk membuat mesin pencari berskala sangat besar,” kata Page dan Brin. Meski sebenarnya cara penulisan google sebenarnya keliru, tapi sekarang dianggap menjadi ejaan yang benar karena sudah telanjur populer. sumber asalmulane.com
Refleksi Hari Guru
Hari ini diperingati sebagai hari guru, namun tak banyak yang tahu bahwa hari ini hari guru. Aku sendiri, yang berprofesi sebagai pengajar, nyaris tak ingat kalau saja kemarin tidak membeli koran dan membaca kolom opini, kok semua temanya tentang guru dan pendidikan. Setelah membaca, baru ngeh bahwa ternyata itu adalah semacam 'sambutan' untuk memperingati hari guru.
Berbicara mengenai guru, tak dapat lepas dari masalah pendidikan. Berbicara tentang pendidikan, akan menyangkutkan dengan posisi guru. Orang Jawa bilang, guru itu di gugu lan di tiru. Artinya ucapan guru akan dipatuhi, tingkah lakunya akan diikuti oleh anak2 didiknya. Karena itu tak heran bila ada peribahasa pula yang menyatakan guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Begitu pentingnya peran guru bagi murid2nya dan juga masyarakat pada umumnya.
Berbicara mengenai guru, ada banyak hal yang dapat diungkap, ada banyak sisi yang dapat disoroti. Tuntutan untuk selalu meng 'upgrade' pengetahuannya agar tak ketinggalan jaman (dan jangan sampai ketinggalan dari anak didiknya), pengabdian tiada henti, kesejahteraan yang kurang hingga masalah sertifikasi. Nah ini berita yang paling hangat.
Sertifikasi guru, sebuah upaya untuk mendapatkan 'selembar' pengakuan bahwa guru berkompeten dalam bidang ilmunya sehingga layak mengajar. Selembar pengakuan yang (katanya) akan lebih meningkatkan kesejahteraan guru karena akan dihargai sejumlah rupiah setiap bulannya. Uang, itulah faktor pendorongnya. Semangat membuat portofolio, mengikuti pelatihan dan akhir yang dituju adalah uang. Tentu tak semua guru seperti ini. Masih banyak guru yang benar2 mengajar dengan tulus hati, menuruti panggilan jiwa dan mengabdi tiada henti.
Memang tak cukup hanya 'Hymne Guru' untuk memperingati hari guru. Tak cukup hanya diadakan upacara bendera. Dijaman materialis seperti sekarang ini, tak cukup rasanya hanya penghargaan 'batin', maka penghargaan materi pun harus pula diperhatikan. Agar tak ada lagi cerita, guru jadi tukang ojek, guru merangkap jadi buruh. Agar mereka dapat berkonsentrasi terhadap perkembangan anak didiknya, agar mereka dapat berkonsentrasi menyiapkan generasi baru bangsa ini.
Namun kepuasan terbesar bagi seorang guru adalah bila melihat anak didiknya mengalami kemajuan, mampu menyerap apa yang dia sampaikan dan sukses dalam mempelajari bidang tertentu. Tentunya kesuksesan ini akan terasa sangat memuaskan jika dicapai dengan jalan yang benar, dengan upaya yang keras dari guru untuk membimbing, uapaya ke tak kenal menyerah dari siswa untuk terus belajar. Bukan dengan cara memberi kunci jawaban, bukan dengan cara 'memaksa' siswa untuk ikut les privat di rumahnya, bukan dengan cara diam saja melihat siswa mencontek kala ujian.
Tantangan pendidikan ke depan masih sangat banyak. Untk para guru, selamat memperingati hari guru. Semoga semangat mengabdi selalu terpatri dalam hati. Karena pada dasarnya kita semua sedang belajar. Belajar dalam satu universitas pendidikan terbesar. Universitas pendidikan.(sumber http://n4r4ckp.jeeran.com)
Berbicara mengenai guru, tak dapat lepas dari masalah pendidikan. Berbicara tentang pendidikan, akan menyangkutkan dengan posisi guru. Orang Jawa bilang, guru itu di gugu lan di tiru. Artinya ucapan guru akan dipatuhi, tingkah lakunya akan diikuti oleh anak2 didiknya. Karena itu tak heran bila ada peribahasa pula yang menyatakan guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Begitu pentingnya peran guru bagi murid2nya dan juga masyarakat pada umumnya.
Berbicara mengenai guru, ada banyak hal yang dapat diungkap, ada banyak sisi yang dapat disoroti. Tuntutan untuk selalu meng 'upgrade' pengetahuannya agar tak ketinggalan jaman (dan jangan sampai ketinggalan dari anak didiknya), pengabdian tiada henti, kesejahteraan yang kurang hingga masalah sertifikasi. Nah ini berita yang paling hangat.
Sertifikasi guru, sebuah upaya untuk mendapatkan 'selembar' pengakuan bahwa guru berkompeten dalam bidang ilmunya sehingga layak mengajar. Selembar pengakuan yang (katanya) akan lebih meningkatkan kesejahteraan guru karena akan dihargai sejumlah rupiah setiap bulannya. Uang, itulah faktor pendorongnya. Semangat membuat portofolio, mengikuti pelatihan dan akhir yang dituju adalah uang. Tentu tak semua guru seperti ini. Masih banyak guru yang benar2 mengajar dengan tulus hati, menuruti panggilan jiwa dan mengabdi tiada henti.
Memang tak cukup hanya 'Hymne Guru' untuk memperingati hari guru. Tak cukup hanya diadakan upacara bendera. Dijaman materialis seperti sekarang ini, tak cukup rasanya hanya penghargaan 'batin', maka penghargaan materi pun harus pula diperhatikan. Agar tak ada lagi cerita, guru jadi tukang ojek, guru merangkap jadi buruh. Agar mereka dapat berkonsentrasi terhadap perkembangan anak didiknya, agar mereka dapat berkonsentrasi menyiapkan generasi baru bangsa ini.
Namun kepuasan terbesar bagi seorang guru adalah bila melihat anak didiknya mengalami kemajuan, mampu menyerap apa yang dia sampaikan dan sukses dalam mempelajari bidang tertentu. Tentunya kesuksesan ini akan terasa sangat memuaskan jika dicapai dengan jalan yang benar, dengan upaya yang keras dari guru untuk membimbing, uapaya ke tak kenal menyerah dari siswa untuk terus belajar. Bukan dengan cara memberi kunci jawaban, bukan dengan cara 'memaksa' siswa untuk ikut les privat di rumahnya, bukan dengan cara diam saja melihat siswa mencontek kala ujian.
Tantangan pendidikan ke depan masih sangat banyak. Untk para guru, selamat memperingati hari guru. Semoga semangat mengabdi selalu terpatri dalam hati. Karena pada dasarnya kita semua sedang belajar. Belajar dalam satu universitas pendidikan terbesar. Universitas pendidikan.(sumber http://n4r4ckp.jeeran.com)
Langganan:
Postingan (Atom)











