Pemanfaatan Platform Quizizz dalam Pembelajaran Biologi untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMA

Oleh: Imam Gunawan.

Pembelajaran biologi di sekolah menengah atas (SMA) sering kali dihadapkan pada tantangan untuk membuat materi yang kompleks menjadi menarik dan dapat dipahami oleh siswa. Salah satu cara untuk mengatasi tantangan ini adalah dengan memanfaatkan teknologi pendidikan yang inovatif. Salah satu platform yang semakin populer dalam konteks ini adalah Quizizz. Platform ini tidak hanya membantu guru dalam menyajikan materi dengan cara yang menarik, tetapi juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Artikel ini akan menjelaskan mengapa pemanfaatan Quizizz dalam pembelajaran biologi di SMA dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

1. Interaktif dan Bersifat Game

Quizizz menawarkan pengalaman belajar yang interaktif dengan elemen permainan yang membuatnya menyenangkan bagi siswa. Dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional yang sering kali monoton, Quizizz memberikan tantangan dan kompetisi yang sehat di antara siswa. Mereka dapat bersaing secara langsung atau melawan waktu, menciptakan suasana yang kompetitif namun tetap santai di kelas.

2. Kustomisasi Materi

Guru dapat dengan mudah membuat kuis yang disesuaikan dengan kurikulum dan kebutuhan pembelajaran biologi mereka. Mereka dapat menyesuaikan tingkat kesulitan, jumlah soal, dan topik yang ingin disertakan dalam kuis. Hal ini memungkinkan guru untuk menyajikan materi dengan cara yang paling relevan dan menarik bagi siswa.

3. Umpan Balik Instan

Salah satu keunggulan Quizizz adalah kemampuannya untuk memberikan umpan balik instan kepada siswa setelah mereka menyelesaikan kuis. Siswa dapat melihat skor mereka serta jawaban yang benar dan salah, yang membantu mereka memahami di mana mereka harus memperbaiki pemahaman mereka. Umpan balik instan ini juga membantu siswa untuk tetap termotivasi karena mereka melihat kemajuan mereka secara langsung.

4. Fleksibilitas Waktu dan Tempat

Quizizz dapat diakses secara daring dari berbagai perangkat, termasuk laptop, tablet, atau ponsel pintar. Ini memberi fleksibilitas kepada siswa untuk belajar di mana pun dan kapan pun mereka mau. Mereka tidak terbatas oleh waktu dan tempat, sehingga dapat memanfaatkan waktu luang mereka untuk belajar biologi dengan Quizizz.

5. Kolaborasi dan Pembelajaran Sosial

Meskipun Quizizz sering kali dianggap sebagai aktivitas individual, platform ini juga mendukung kolaborasi antar siswa. Guru dapat mengatur kuis dalam format tim atau bahkan membiarkan siswa membuat kuis mereka sendiri untuk dibagikan dengan teman-teman sekelas. Ini tidak hanya meningkatkan pembelajaran sosial, tetapi juga memotivasi siswa untuk saling membantu dan belajar dari satu sama lain.

Dengan memanfaatkan platform seperti Quizizz dalam pembelajaran biologi di SMA, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan interaktif. Hal ini tidak hanya meningkatkan motivasi belajar siswa tetapi juga membantu mereka memahami konsep-konsep biologi dengan lebih baik. Oleh karena itu, integrasi Quizizz dalam pembelajaran biologi di SMA dapat menjadi langkah yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa.

Pengaruh Refleksi dalam Pembelajaran Biologi di Sekolah Menengah Atas (SMA)

oleh : Imam Gunawan ( Guru Pengerak anggkatan 7)

Pembelajaran biologi di sekolah menengah atas (SMA) bukan hanya tentang penguasaan fakta-fakta ilmiah, tetapi juga tentang memahami konsep-konsep yang lebih dalam serta memperoleh keterampilan berpikir ilmiah. Salah satu alat yang efektif untuk mencapai hal ini adalah refleksi. Refleksi merupakan proses penting dalam pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk memikirkan kembali pengalaman pembelajaran mereka, menganalisis apa yang telah dipelajari, dan mengaitkannya dengan pengetahuan yang mereka miliki.

Berikut ini adalah beberapa pengaruh positif dari refleksi dalam pembelajaran biologi di SMA:

  1. Pemahaman Konsep yang Lebih Mendalam: Melalui refleksi, siswa diajak untuk menyelami konsep-konsep biologi yang dipelajari lebih dalam. Mereka diberi kesempatan untuk memikirkan bagaimana konsep-konsep tersebut terkait satu sama lain dan bagaimana konsep tersebut dapat diterapkan dalam situasi kehidupan nyata.

  2. Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis: Refleksi mendorong siswa untuk mempertanyakan apa yang mereka pelajari, mengidentifikasi kelemahan atau kekurangan dalam pemahaman mereka, dan mencari cara untuk memperbaikinya. Ini membantu mereka mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang sangat penting dalam ilmu biologi maupun dalam kehidupan sehari-hari.

  3. Peningkatan Kemampuan Metakognisi: Dengan merenungkan proses pembelajaran mereka, siswa dapat memahami bagaimana mereka belajar dan bagaimana mereka dapat menjadi pembelajar yang lebih efektif di masa depan. Mereka belajar mengenali strategi belajar yang paling efektif bagi mereka dan mengidentifikasi area di mana mereka perlu meningkatkan.

  4. Menghubungkan Teori dengan Praktik: Refleksi memberi siswa kesempatan untuk mengaitkan teori-teori biologi yang mereka pelajari dengan pengalaman praktis. Mereka dapat mempertimbangkan bagaimana konsep-konsep tersebut berlaku dalam eksperimen laboratorium, observasi lapangan, atau masalah-masalah lingkungan nyata.

  5. Peningkatan Keterlibatan dan Motivasi: Melalui refleksi, siswa merasa lebih terlibat dalam proses pembelajaran mereka. Mereka menyadari nilai dari apa yang mereka pelajari dan merasa lebih termotivasi untuk terus belajar. Refleksi juga memberi mereka kesempatan untuk merayakan pencapaian mereka dan melihat kemajuan yang telah mereka buat.

  6. Pembentukan Sikap Ilmiah: Refleksi membantu siswa mengembangkan sikap ilmiah, termasuk rasa ingin tahu, ketekunan, kerja sama, dan ketelitian. Mereka belajar untuk menghargai proses ilmiah dan menyadari bahwa pengetahuan ilmiah selalu berkembang dan terbuka untuk revisi.

Dalam konteks pembelajaran biologi di SMA, refleksi adalah komponen yang penting dan harus diperhatikan secara serius oleh guru dan siswa. Dengan memberikan waktu dan ruang untuk refleksi dalam pembelajaran, kita tidak hanya membantu siswa memahami materi dengan lebih baik, tetapi juga membantu mereka menjadi pembelajar yang lebih mandiri, kritis, dan reflektif.

Link-link Bukti dukung PMM

Diambil dari berbagai sumber :

Dokumen Bukti Dukung:

Bagi Bapak/ibu guru yang membutuhkan contoh dokument bukti dukung e-kinerja di PMM bisa KLIK DISINI , atau  klik ini  : Bukti dukung ekineja PMM

Instrumen Fokus Perilaku Guru Penerapan Disiplin Positif dapat di download DISINI






  

Pemanfaatan Aplikasi Pl@ntNet dan Quizizz dalam Pembelajaran Biologi yang Interaktif pada Materi Identifikasi Tumbuhan

Pemanfaatan Aplikasi Pl@ntNet dan Quizizz

dalam Pembelajaran Biologi yang Interaktif pada Materi Identifikasi  Tumbuhan

 

Oleh

Imam Gunawan, S.Pd

Guru SMA Negeri 1 Wanasaba

Sahabat PembaTIK NTB 2023

 

 

Dalam era teknologi modern, pendidikan telah mengalami perubahan besar dalam hal pendekatan pembelajaran. Pemanfaatan aplikasi seperti Pl@ntNet dan Quizizz dalam pembelajaran Biologi bisa menjadi cara yang sangat interaktif dan efektif.

Pl@ntNet adalah aplikasi yang digunakan untuk mengidentifikasi tumbuhan berdasarkan gambar yang diambil, sedangkan Quizizz adalah platform pembuatan dan penggunaan kuis online. Kombinasi keduanya membawa pengalaman pembelajaran yang lebih menarik, informatif, dan interaktif bagi siswa, sehingga  meningkatkan interaktivitas dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.

Dalam implementasi pembelajaran menggunakan platform teknologi berupa Aplikasi Pl@ntNet dan Quizizz pada materi Identifikasi Tumbunan pada fase E kelas X SMA, tahapan yang saya lakukan adalah sebagai berikut:

Tahap Perencanaan:

Pada  tahap ini, saya merancang pembelajaran dan menyiapkan  hal hal sebagai berikut:

  1. Menentukan tujuan pembelajaan
  2. Menyusun modul ajar
  3. Menyusun LKPD
  4. Menyiapkan soal Asesemen Formatif melalui Aplikasi Quizizz
  5. Meminta siswa untuk menginstal aplikasi Pl@ntNet pada ponsel  Andooid mereka
  6. Memastikan aplikasi berjalan baik.

Tahap Pelaksanaan

Tahap ini merupakan tahap inti dari kegiatan.Pada tahap ini hal yang dilakukan antara lain:

  • Guru masuk kelas dan  memulai kegiatan dengan pendahuluan atau pengantar  seperti menanyakan  kabar, mengecek siswa,   ice breaking, dan apersepsi.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
  • Guru menjelaskan tentang langkah langkah kegiatan yang akan dilakukan. Termasuk menjelaskan cara menggunakan aplikasi Pl@ntNet.
  • Guru membagi kelompok siswa berdasarkan  minat, kemudian guru membagikan LKPD yag akan memandu kegiatan siswa.
  • Selanjutnya siswa berdiskusi dan menuju  halaman sekolah untuk melakukan pengamatan dan mengidentifikasi tumbuhan dengan menggunakan aplikasi Pl@ntNet.
  • Cara menggunakan aplikasi Pl@ntNet cukup mudah, yaitu dengan  memotret bagian dari tumbuhan seperti daun, bunga, buah, batang  selanjutnya aplikasi akan menampilkan  jenis tanaman yang dipotret lengkap dengan nama Ilmiah dan klasifikasi atau kelompok tumbuhan tersebut.
  • Selanjutnya siswa dan mengisi data di LKPD.
  • Tahap selajutnya adalah, siswa membuat laporan dalam bentuk Presentasi dengan Canva atau Video dengan menggunakan aplikasi yang mereka kuasai seperti capcut, canva atau lainya.
  • Kemudian  laporan yang dibuat, dipresentasikan di depan kelas secara berkelompok.
  • Menarik kesimpulan dan refleksi.

Tahap Evaluasi dan Penutup

Pada tahap ini guru memberikan penguatan pada hasil diskusi, selanjutnya saya melakukan  asesmen formatif menggunakan Platform atau Aplikasi Quizizz. Assessment bertujuan mengetaui kebermaknaan inovasi pembelajaran yang telah saya lakukan. Dalam testimoninya siswa  mengatakan bahwa belajar dengan memanfaatkan aplikasi seperti Quizizz, Video, Canva atau internet bagi mereka sangat asyik dan menyenangkan sehingga mereka mudah memahaminya.

Berbagi dan berkolaborasi

Selain mengimplementasikan pembelajaran   yang inovatif  dengan memanfaatkan Platform teknologi di kelas bersama siswa, saya juga melakukan  Kolaborasi dan  Berbagi Praktik Baik dengan tema : Pembelajaran Inovatif Manfaatkan Teknologi Interaktif

Berikut beberapa kolaborasi  yang saya lakukan:

1.      Berbagi Praktik Baik pada  rekan rekan guru  SMA Negeri 1 Wanasaba Kabupaten Lombok Timur NTB.

Kegiatan ini berlangsung secara luring pada hari Sabtu tanggal tanggal 21 Oktober 2023, Peserta kegiatan adalah guru guru SMA Negeri 1 Wanasaba. Materi yang disampaikan  adalah Pemanfaatan Aplikasi Pl@ntNet dan Quizizz dalam Pembelajaran Biologi yang Interaktif.  Hasil yang diharapkan dari berbagi ini adalah berbagi pengalaman  dan pemahaman guru tentang pentingnya pemanfaatan Platform Teknologi  untuk meningkatkan interaktivitas dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran yang lebih menarik, informatif, dan interaktif bagi siswa SMA Negeri 1 Wanasaba Lombok Timur NTB.


2. Berbagi Praktik Baik melalui Komunitas Sahabat PembaTIK NTB di Platform Merdeka Mengajar ( PMM).

Kegiatan  Kolaborasi Sahabat PembaTIK NTB 2023  mengambil tema : 

Webinar Pembelajaran Inovatif Manfaatkan Teknologi Interaktif

Kegiatan Webinar dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 20 Oktober 2023, mulai pukul 14.00- 15.30 Wita.

Narasumber webinar adalah Sahabat Teknologi NTB 2023 sebagai berikut:

1.      Imam Gunawan, S.Pd. (SMA Negeri 1 Wanasaba): 

2.      Dian Yanuartri, M.Pd. (SDN 13 Ampenan Kota Mataram): 

3.      Rahayu Fahmi, M.Pd.Gr (SMPN 2 Lambitu Kabupaten Bima): 

4.      Asri NAstiti Berlianawati, S.Pd (SMKN 2 Mataram): 

5.      Mila Kamalasari, S.Pd.Gr. (SMAN 4 Mataram)

Hasil yang diharapkan dari webinar ini adalah menguatkan ekosistem digital pendidikan dengan berkarya dan berbagi untuk wujudkan merdeka belajar.

Implementasi dan berbagi Praktik baik yang saya lakukan tentang Pemanfaatan Aplikasi Pl@ntNet dan Quizizz dalam Pembelajaran Biologi yang Interaktif, saya juga bagikan melalui social media seperti canal youtube  saya berikut ini :  Link : https://www.youtube.com/watch?v=2INdFZPJABk





Dengan melibatkan teknologi dalam pembelajaran, kita  dapat meningkatkan motivasi siswa dan membantu mereka memahami konsep dengan lebih baik.

Demikian implementasi dan berbagi praktik baik Inovasi Pembelajaran Pemanfaatan Aplikasi Pl@ntNet dan Quizizz dalam Pembelajaran Biologi yang Interaktif, semoga memberi kemanfaatan dan kebermaknaan bagi pendidikan Indonesia yang lebih maju.

 

Imam Gunawan, S.Pd

Sahabat PembaTIK 2023




Inovasi Pembelajaran " Pemanfaatan Google Lens dan Quizizz untuk Pembelajaran Biologi yang Interaktif"

Dalam era teknologi modern, pendidikan telah mengalami perubahan besar dalam hal pendekatan pembelajaran. Salah satu perkembangan terkini yang sangat berpotensi dalam pendidikan adalah pemanfaatan Google Lens dan platform pembelajaran interaktif seperti Quizizz dalam pengajaran Biologi. Kombinasi keduanya membawa pengalaman pembelajaran yang lebih menarik, informatif, dan interaktif bagi siswa.

Google Lens adalah aplikasi canggih yang memungkinkan pengguna mengidentifikasi dan memahami objek dunia nyata dengan bantuan kamera smartphone. Dalam konteks pembelajaran Biologi, Google Lens dapat digunakan untuk mengenali berbagai jenis organisme, tumbuhan, hewan, atau bahkan sel mikroskopis. Misalnya, ketika siswa mengamati tumbuhan di alam, mereka dapat menggunakan Google Lens untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan tersebut, mengakses informasi tentang sifat-sifatnya, habitat, dan karakteristik khusus. Hal ini membantu siswa memahami dunia alam dengan lebih mendalam.

Selain Google Lens, Quizizz adalah platform pembelajaran online yang memungkinkan guru membuat kuis interaktif. Dalam konteks pembelajaran Biologi, guru dapat membuat kuis yang mencakup topik-topik seperti genetika, ekosistem, evolusi, atau anatomi. Siswa dapat mengakses kuis ini dengan mudah melalui perangkat mereka sendiri, baik di sekolah maupun dari rumah. Quizizz memberikan berbagai fitur yang memungkinkan siswa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan efektif, seperti tampilan skor langsung, pertanyaan yang bergaya permainan, dan kesempatan untuk mengulang kuis.

Ketika kedua teknologi ini digabungkan, pembelajaran Biologi menjadi lebih interaktif dan menarik. Siswa dapat menggunakan Google Lens untuk mengidentifikasi organisme hidup dalam lingkungan sekitar mereka dan kemudian mengintegrasikan hasil temuan mereka ke dalam kuis Quizizz. Misalnya, setelah mengidentifikasi jenis tanaman yang tumbuh di taman sekolah menggunakan Google Lens, siswa dapat mengikuti kuis yang berhubungan dengan morfologi dan fungsi tumbuhan tersebut di Quizizz.

Pemanfaatan Google Lens dan Quizizz juga memungkinkan pengukuran pembelajaran yang lebih baik. Guru dapat melacak kemajuan siswa melalui hasil kuis dan memahami di mana siswa mungkin memerlukan lebih banyak bimbingan. Selain itu, siswa dapat melihat hasil dan melihat di mana mereka perlu meningkatkan pemahaman mereka.

Dengan teknologi yang terus berkembang, pendidikan menjadi semakin adaptif dan inovatif. Pemanfaatan Google Lens dan Quizizz untuk pembelajaran Biologi membantu siswa menjelajahi dunia alam dengan cara yang lebih mendalam dan menyenangkan, sambil memberikan guru alat yang lebih baik untuk mengukur dan meningkatkan pemahaman siswa. Ini adalah contoh bagaimana teknologi dapat memperkaya pengalaman pembelajaran dan mempersiapkan generasi masa depan untuk memahami dan menghargai keanekaragaman hayat di planet kita.

Jurnal Dwi Mingguan MODUL 2.3 "COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK

Jurnal Dwi Mingguan 

MODUL 2.3 COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK

Oleh

IMAM GUNAWAN

SMA NEGERI 1 WANASABA

CGP ANGKATAN 7 KABUPATEN LOMBOK TIMUR NTB

Pada kesempatan ini saya  menggunakan model  4F.

 FACTS ( PERISTIWA)

            Pada hari Kamis, tanggal 9 Maret 2023, saya mulai mempelajari modul 2.3 yaitu Coaching Untuk Supervisi Akademik  di mulai dengan belajar secara mandiri Mulai dari diri  dengan tujuan pembelajaran khusus adalah CGP mampu mengidentifikasi pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dirinya terkait coaching di konteks pendidikan.  Pada pembelajaran tahap ini  kami akan menggali pemahaman atas  Coaching Untuk Supervisi Akademik.  Coaching didefinisikan sebagai sebuah proses kolaborasi yang berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis, dimana coach memfasilitasi peningkatan atas performa kerja, pengalaman hidup, pembelajaran diri, dan pertumbuhan pribadi dari coachee (Grant, 1999). Sedangkan Whitmore (2003) mendefinisikan coaching sebagai kunci pembuka potensi seseorang untuk untuk memaksimalkan kinerjanya. Coaching lebih kepada membantu seseorang untuk belajar daripada mengajarinya.

Memulai pembelajaran pada modul 2.3 pada alur Mulai dari diri.  Untuk membantu dalam memaknai bagaimana pentingnya Coaching Untuk Supervisi Akademik, kami  menjawab beberapa pertanyaan reflektif atau pemantik yang ada di LMS seperti pengalaman saat disupervisi oleh Kepala sekolah, kegiatan kegiatan pra dan pasca observasi, posisi situasi yang ideal saat obervasi serta hal hal yang dibutuhkan untuk  mencapai sitasi ideal  tersebut.

Selanjutnya pada pembelajaran Eksplorasi konsep, pada tahap ini kami belajar secara mandiri pada LMS Pada tahap ini kami  bereksplorasi secara mandiri untuk memahami konsep coaching secara umum dan konsep coaching dalam dunia pendidikan. Definisi coaching dan perbedaannya dengan metode pengembangan diri lainnya juga didiskusikan serta  konsep coaching dalam dunia pendidikan.  Tujuan yang di harapkan dari pembelajaran khusus pada  Eksplorasi Konsep adalah: (1). CGP dapat menjelaskan konsep coaching secara umum. (2). CGP dapat membedakan coaching dengan pengembangan diri lainnya, yaitu mentoring, konseling, fasilitasi dan training (3). CGP dapat menjelaskan konsep coaching dalam konteks pendidikan sebagai pendekatan pengembangan kompetensi diri dan orang lain (rekan sejawat).

Supervisi akademik bertujuan untuk memastikan pembelajaran yang berpihak pada murid, supervisi akademik juga bertujuan untuk pengembangan kompetensi diri dalam setiap pendidik di sekolah sebagaimana tertuang dalam standar tenaga kependidikan pada Standar Nasional Pendidikan pasal 20 ayat 2: Kriteria minimal kompetensi pendidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Rangkaian supervisi akademik ini digunakan kepala sekolah untuk mendorong ruang perbaikan dan pengembangan diri guru di sekolahnya.

Bersamaan dengan Pembelajaran modul 2.3, pada tanggal 08 Maret 2023 kami  juga mendapat Pendapingan Individu  3 oleh Pengajar Praktek kami yaitu Bapak Yusli Malindera, S.Pd. Pada kesempatan ini banyak hal yang kami dapatkan dari berbagi  pengalaman kemajuan program serta mencarikan solusi terhadap kendala dan hambatan yang kami alami selama mengikuti program guru penggerak angkatan 7. Selanjutnya pada tanggal 12 Maret  2023 kami mengikuti Lokakarya 3  yang bertempat di SMP  Megeri 1 Sukamulia Kab. Lombok Timur NTB. Pada kesempatan ini kami tergabung dengan kelompok lain dalam satu kelas. Banyak pembelajaran yang kami lalui bersama dengan pengajar praktek kami diantaranya refleksi kegiatan pendampingan, simulasi  pembelajaran berdiferensiasi dan KSE serta kegiatan lainya.

Selanjutnya pada tanggal 16 Maret 2023 kami melanjutkan dengan pembelajaran di Ruang Kolaborasi.  Tujuan Pembelajaran khusus tahap ini adalah CGP dapat mempraktikkan alur percakapan coaching TIRTA dan melakukan refleksi terhadap praktik percakapan coaching yang telah dilakukan dengan sesama rekan CGP.  Pada tahap ini kegiatan  di ruang kolaborasi terbagi dalam 2 sesi. Sesi  pertama pada tanggal 16 Maret 2023, pada sesi ini kegiatan yang dilakukan adalah Latihan coaching melalui alur TIRTA dan sesi kedua pada tanggal 17 Maret 2023, kegiatan yang dilakukan adalah praktek coaching melalui alur TIRTA bersama dengan rekan CGP lain secara bergantian. Selanjutnya Pada tanggal 23 Maret  2023 kegiatan elaborasi pemahaman secara daring bersama Instruktur.

 

FEELINGS ( PERASAAN)

Pada Modul 2.3 ini banyak ilmu yang saya dapatkan, banyak hal baru, pengalaman baru yang berbeda dengan sebelumnya, terutama tentang konsep Coaching, perbedaan dengan konsep pengembangan diri yang lainya, serta paradigm dan prinsip coaching, sehingga  semakin bertambah wawasan saya. Bukan hanya ilmu yang saya dapatkan tetapi juga mengajarkan kita untuk berbagi ilmu, berbagi pengalaman serta motivasi  bersama CGP lainnya. Perasaan saya senang dan sangat antusias untuk mengetahui lebih jauh lagi tentang coaching dan supervisi Akademik. Pemahaman awal saya bahwa supervise akademik adalah penilaian evaluasi mencari kesalahan sehingga membuat  saya pada saat akan di supervise itu menjadi tegang atau takut. Tetapi setelah saya mengikuti pembelajaran modul ini  ternyata supervise akademik adalah bukan hal yang menakutkan tetapi adalah suatau hal yang dapat mengembangkan potensi yang dimiliki dengan coaching.

 

 FINDING ( PEMBELAJARAN )

Setelah mempelajari Modul 2.3  saya menyadari bahwa Rangkaian supervisi akademik ini digunakan kepala sekolah untuk mendorong ruang perbaikan dan pengembangan diri guru di sekolahnya. Mendorong warga sekolah untuk selalu mengembangkan kompetensi diri dan senantiasa memiliki growth mindset, serta keberpihakan pada murid. Pengembangan kompetensi diri dan orang lain perlu menggunakan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yang diawali dengan paradigma berpikir yang memberdayakan. Pendekatan dengan paradigma berpikir yang memberdayakan mutlak diperlukan agar pengembangan diri dapat berjalan secara berkelanjutan dan terarah. Salah satu pendekatan yang memberdayakan adalah coaching sebagaimana Whitmore (2003) ungkapkan bahwa coaching adalah kunci pembuka potensi seseorang untuk memaksimalkan kinerjanya.

Ki Hadjar Dewantara menekankan bahwa tujuan pendidikan itu ‘menuntun’ tumbuhnya atau hidupnya kekuatan kodrat anak sehingga dapat memperbaiki lakunya. oleh sebab itu keterampilan coaching perlu dimiliki para pendidik untuk menuntun segala kekuatan kodrat (potensi) agar mencapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai manusia maupun anggota masyarakat. Proses coaching sebagai komunikasi pembelajaran antara guru dan murid, murid diberikan ruang kebebasan untuk menemukan kekuatan dirinya dan peran pendidik sebagai ‘pamong’ dalam memberi tuntunan dan memberdayakan potensi yang ada agar murid tidak kehilangan arah dan menemukan kekuatan dirinya tanpa membahayakan dirinya. Sistem Among, Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, menjadi semangat yang menguatkan keterampilan komunikasi guru dan murid dengan menggunakan pendekatan coaching. Tut Wuri Handayani menjadi kekuatan dalam pendekatan proses coaching dengan memberdayakan (andayani/handayani) semua kekuatan diri pada murid.

Untuk dapat membantu rekan sejawat kita untuk mengembangkan kompetensi diri mereka dan menjadi otonom, kita perlu memiliki paradigma berpikir coaching terlebih dahulu. Paradigma tersebut adalah:

1.       Fokus pada coachee/rekan yang akan dikembangkan

2.       Bersikap terbuka dan ingin tahu

3.       Memiliki kesadaran diri yang kuat

4.       Mampu melihat peluang baru dan masa depan

 Dalam berinteraksi dengan rekan sejawat, siswa  atau siapa saja, kita dapat menggunakan prinsip coaching dalam rangka memberdayakan orang yang sedang kita ajak berinteraksi.  Prinsip coaching, yaitu

1.       kemitraan,

2.       proses kreatif,

3.       memaksimalkan potensi

sedangkan Kompetensi inti coaching:

1.       Kehadiran Penuh

2.       Mendengarkan Aktif

3.       Mengajukan Pertanyaan Berbobot

4.       Mendengarkan dengan RASA

Dalam membantu peran coach dalam membuat percakapan coaching menjadi efektif dan bermakna dapa menggunakan percakapan alur TIRTA. Coaching dengan alur TIRTA yaitu Tujuan, Identifikasi, Rencana aksi dan Tanggung jawab.

 

 FUTURE ( PENERAPAN )

Untuk mewujudkan visi yang telah saya buat, saya akan mengajak rekan rekan guru di sekolah dan berkolaborasi  untuk bersama-sama melakukan perubahan dengan tidak terlalu berfokus pada permasalahan  namun terfokus pada kekuatan yang dimiliki. Selain itu saya akan berkolaborasi mengadakan pengimbasan  kepada rekan rekan guru  dalam membuat media pembelajaran  interaktif berbasis teknologi   atau internet, sehingga dapat mewujudkan perubahan ke arah yang lebih baik. Ini merupakan sebagai salah satu  aksi nyata dari mempelajari modul ini.

 

Semoga memberi manfaat bagi saya dan kita semua, terutama dunia  pendidikan. 

Salam Guru Penggerak.

Tergerak, Bergerak dan Menggerakan